05
Dec
09

Physically or Emotionally in Love?

Cinta menurut definisi Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sebuah perasaan yang ingin membagi kebersamaan atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Dalam Bahasa Yunani Kuno, dijelaskan tentang 3 jenis cinta: eros, philia, dan agape. Eros adalah cinta yang berdasarkan semata2 karena hawa nafsu. Philia adalah level cinta dimana ada keinginan untuk berbagi dengan sesama. Dan agape adalah cinta kepada Tuhan atau sesuatu yang lebih tinggi daripada manusia.

Pernahkah terpikir dalam benak kalian tentang apa itu sebenarnya cinta kepada pacar kalian masing2? Apa itu hanya sebatas passion ataukah urge yang benar2 datang dari lubuk hati (emotion). Ada beberapa prinsip pacaran yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari2, according to some of my friends in Indonesia.

1. Pacaran “sehat” dan “bersih”: Bisa dibilang, gaya pacaran yang sangat mengacu pada agama dan unwritten rules di sekitar kita yang menekankan bahwa perempuan dan laki-laki tidak sepatutnya melakukan sesuatu yang mengarah ke perbuatan yang dianggap tak pantas oleh masyarakat sekitar or custom dimana kamu tinggal dan dibesarkan, seperti halnya kissing, make out, dsb di mata orang-orang Indonesia. Mereka murni berpacaran karena alasan “cinta yang tulus”. Bukan karena hawa nafsu.

2. Pacaran “mediocre” or “emosional”: Gaya pacaran yang ini pada dasarnya mengutamakan keintiman emosional yang erat di antara 2 pihak. Saling berbagi emosi dan perasaan, yang kadang tak pelak jika hubungan fisik  tak bisa dihindarkan, karena terlampau dalamnya kontak emosi antara mereka berdua.

Dan sebenarnya saya tadinya ingin menulis yang ke-3. Tapi sepertinya teman2 sudah bisa menduga apa gaya pacaran yang terakhir bukan?!..;-)

Bagi sebagian orang, gaya pacaran yang pertama terdengar sangat naif dan inoscence. But It does exist! Mereka yang menerapkan gaya pacaran tersebut biasanya dari awal sudah berpikir untuk langsung serius dalam menjalin hubungan mereka, dengan maksud untuk dibawa ke arah perkawinan nantinya, dengan selalu berpedoman kuat pada peraturan agama dan sosial (I think most of them must be very religious). Ciuman, make out, dll dianggap tabu dan tak sepantasnya dilakukan selagi pacaran. But there’s a big question mark inside of my head. How can they ignore their impulse to express their love to each other? I mean, is that enough just walk hand in hand without any close interaction with each other? Atau mungkin mereka punya cara lain untuk itu. Di sisi lain, pacaran gaya ini bisa menjadi sangat indah, karena tidak ada sama sekali sexual intention atau pikiran2 yang mengarah ke hal2 tsb yang terkadang bisa merusak kemurnian hubungan keduanya.

Lain halnya dengan yang ke-2, yang saya rasa paling masuk akal. As a human, we need some close interaction to express our deep feeling to each other. Tak bisa dipungkiri, kita sebagai manusia pasti memiliki passion utk hal2 duniawi. But as long as it comes from your heart, that won’t be consider as purely sexual necessity anymore. Kadang2 kita bisa get away dengan memakai alasan itu, (yang kadang terdengar gombal abis..:-)) Tapi kalo dua2nya mempunya rasa dan ikatan emosi yang kuat, I think it will resolves to something which is more beautiful than the 1st one. IMPULS! Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan relasi seperti ini.  I think I will go for this one!hahaha..;-) Like what Nat King Cole says in his song:

I love you for sentimental reasons
I hope you do believe me
I’ll give you my heart

I love you and you alone were meant for me
Please give your loving heart to me
And say we’ll never part

I think of you every morning
Dream of you every night
Darling, I’m never lonely
Whenever you are in sight

I love you for sentimental reasons
I hope you do believe me
I’ve given you my heart



Isn’t that beautiful? So, which one are you, physically or emotionally in love?!:)

Both of them must be perfect then! :)


1 Response to “Physically or Emotionally in Love?”


  1. April 3, 2011 at 9:41 am

    haha!yeaa..physically or emotionally. Biasanya cewe yang gampang larut dalam suasana tanpa bisa berpikir dengan akal sehat. I love my boyfriend for sentimental reasons and physically with all the rules that set the boundaries. ciecie..curcol nih mbak kitaaa. :P


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.